Sunday, April 27, 2008

Wisata kuliner di Sao Mateus

Kemaren malem kita betiga jalan ke Itaúnas, a very very small city close to Sao Mateus, about 1-hour driving. Cowonya Marcia baek dan asik juga orangnya, seneng ngobrol, namanya George (not sure how to write it correctly).

Itaúnas yang kita kunjungi tu kecil banget. Jalan menuju ke sana aja belum diaspal, masih jalan tanah dan di beberapa tempat rusak dan becek. Kotanya keciiil, jalan utamanya juga masih jalan tanah. Rumah2nya paling cuma beberapa blok aja.

Katanya pantai di sana bagus. Tapi, karena kita nyampe sana udah mulai gelap (sekitar 5.30an sore) jadinya ga sempet liat dan foto-foto banyak. Cuma, yang paling berkesan, di sana ada semacam bukit pasir deket ke pantai. Bukit pasirnya mayan luas, bagus deh, serasa di gurun tapi adem :p. Sayangnya kameraku lame banget, kalo udah mulai gelap dah bisa dianggep ga berfungsi. Sebagai perbandingan, my camera was bought end of 2005, Olympus 4 MP. Sementara pocket camera-nya Marcia dia beli waktu school end of 2007, Sony 8 MP.

Well anyway, setelah puas foto2, terus berhenti sebentar di city centre (ok, semacam city centre :p) terus aku dan Marcia ke toko souvenir (dasar wanita! Hehe) Aku beli kaos buat aku dan buat oleh2, jarang2 kan punya kaos tulisannya Itaúnas, ES. Pelosok banget soalnya!

Trus balik ke arah Sao Mateus. Sebelumnya, ngelewatin kota kecil lainnya namanya Concessau da Barra (ga yakin juga gimana nulisnya). Ya ampun, kecil juga kotanya. Brazil ini di sepanjang garis pantainya, banyak kota2 kecil model gini ya.

Back in Sao Mateus, makan di restoran tempat aku dan Kermitz makan udang dulu. Iya, di restoran yang lamaaaaa itu. FYI, di Sao Mateus ini aku ga kenal banyak tempat makan enak. Pertama, yang paling beken namanya Robertinho. Lokasinya strategis, di depan reruntuhan gereja tua (Igreja velha), di persimpangan jalan yang mayan rame. Kalo malem, dia taro bangku2 di teras luar, sehingga Robertinho ini tempat yang paling populer “to see and to be seen” di Sao Mateus ini. heheh... My company membina hubungan yang baik sekali sama restoran ini. Kalo pesen makan siang atau kalo harus makan sebelum ke rig, biasanya ke sini. Trus, kalo karyawan dr kota lain dinas ke sini, dapet jatah makan siang dan malam di Robertinho (this rule only applied to Brazilian citizens, not to me) Jadi mereka tinggal isi formulir aja ga usah bayar. Seandainya orang2 segmen Fracturing dari Aracaju lagi ngejob di Sao Mateus, aku suka join mereka makan malem di sini.

Restoran lain, namanya Gauss (gitu nulisnya kali). Ke sini cuma sekali, minggu lalu abis pulang dari rig. Di sini yang terkenal kayaknya Churrascaria (barbeque-an). Hmm, aku jadi mengambil kesimpulan, kalo ngejob ama Robo, dia seneng ngajak orang2 makan enak hehe...

Selain itu, ada restoran tempat aku dan Kermitz makan udang, dan dimana kita betiga kemaren malem makan Moqueca (hidangan ikan dengan bumbu2 tertentu dan kaldu kental). Aku sebenernya sebel ama restoran ini dan kalo ada pilihan laen sebenernya males ke sini, sebab entah kenapa ni restoran lamaaaaaaaaaaa banget. Musti nunggu sejam kali sampe makanan dateng. Ga ngerti ngapain aja sih di dapur. Menurut aku, makanannya: average, servis: bad, lokasi: so-so, harga: mahal, pokoknya ga ada istimewa nya deh!

Tempat makan yang paling sering aku kunjungi sampe saat ini tentunya restoran di hotel, namanya Cheiro Verde. Aku suka makan siang di sini, harganya mayan murah, makanannya berasa home-made banget, banyak sayur dan buah, juice nya fresh, dan yg paling indah, selesai makan siang bisa langsung ke kamar buat baring2 kekenyangan huehehe...

Restoran yang mayan berkesan juga sejauh ini adalah restoran tempat kita biasa makan di Pontal. Namanya ga tau apa, cuma semua orang nyebutnya restoran si “Japones”, soalnya yang punya resto orang Brazil keturunan Jepang, dan penampilan fisik nya masih Jepang banget. :D Mayan sering makan di sini dan udah 2 kali makan Moqueca (with Robo off course).

Trus ada lagi restoran namanya Los Pagos di Linhares. Waktu abis ngejob di SC-77 yang bermasalah itu, another team from base is sent to pick my team up. Sebelum pulang, makan siang di Los Pagos dulu. Tipenya churrascaria. Waktu itu aku makan banyakkkk banget di sini. Soalnya berasa capek dan laper abis ngejob (pembenaran :p)

Eh, kok mau cerita jalan-jalan kemaren malem jadi ngelantur ya. Oh ya, kembali ke kemaren malem with Marcia en George, di resto tersebut kita ketemu boss kita (the Engineer-In-Charge) sama keluarganya. Ternyata dia mau makan malam sama client, orang dari Petrobras. Abis makan kekenyangan, trus kita betiga pulang. Great time, great time. :)

Friday, April 18, 2008

On the way to Linhares

Some of our rigs are near Linhares, a city south from Sao Mateus (you can see it on this map). Every time we go to these rigs, we drive through forests and fazendas; and the view is amazing. Love it. Born and raised in cities, I have very rarely seen this kind of things before. Cattles and horses, cowboys working, farmers milking cows, birds flying in formation, various fruits plantations, well, better stop now, I could go on and on…






cattles and farms




the road goes ever on...




birds and beehive


On the way back, we stopped at the house of Nilson’s (one of our equipment operators) parents. They lived in a small fazenda. It reminds me of the house of Mbah Titi in Lenteng Agung :p It’s just that this one has bigger yard and is located in a village; almost pollution-free! I drank coconut water, had homemade cheese and coffee, and ate bananas there. Just found out that they also have ‘jambu batu’ here, they call it ‘caja’.



Nilson's parents' house



pigs stink! :( and why are their skins not pink like in cartoons?